New game
Download
Get Academic Plan
Share game
Map Quiz
Map Quiz

Tarian Daerah

Integrate it into your platform

You can integrate the game into an LMS compatible with LTI 1.1 or LTI 1.3 such as Canvas, Moodle, or Blackboard. This way, the scores will be automatically saved into the platform’s gradebook.
Download
You have exceeded the maximum number of games you can integrate into Google Classroom with your current Plan.

To integrate as many games as you want in Google Classroom, you need an Academic Plan or a Commercial Plan.

You have exceeded the maximum number of games you can integrate into Microsoft Teams with your current Plan.

To integrate as many games as you want in Microsoft Teams, you need an Academic Plan or a Commercial Plan.

Downloading games is an exclusive feature for users with an Academic Plan or a Commercial Plan.

Get your Academic Plan or your Commercial Plan now and start integrating your games into your LMS, website or blog.

If you wish, you can download a demo game here and test its integration:

Tarian Daerah

Map Quiz

Played 0

About this activity

Indonesia sebagai negara dengan banyak suku, ras dan agama memiliki banyak keunikan baik itu dari sisi kehidupan sosial sampai dengan tradisi dan budaya yang beragam. semua itu merupakan aset yang sangat berharga bagi negara indonesia yang harus dilestarikan sebagai warisan dari nenek moyang pendiri bangsa ini

Created by

Indonesia
This game is a version of

Download the paper version to play

Make your own free game from our game creator
Compete against your friends to see who gets the best score in this game

Top Games

%
Anonymous
Anonymous
%
%
%
You have exceeded the maximum number of games you can print with your current Plan.

To print as many games as you want, you need an Academic Plan or a Commercial Plan.

Print your game
Tarian Daerah
 

Tarian DaerahOnline version

Indonesia sebagai negara dengan banyak suku, ras dan agama memiliki banyak keunikan baik itu dari sisi kehidupan sosial sampai dengan tradisi dan budaya yang beragam. semua itu merupakan aset yang sangat berharga bagi negara indonesia yang harus dilestarikan sebagai warisan dari nenek moyang pendiri bangsa ini

by I Gede Adnyana Putra
1 Tari Saman
2 Tari Manang atau Tari Monong atau Tari Balian.
3 Tari Kecak
4 Tari Kipas Pakarena
5 Tari Zapin
6 Tari Jaipong
7 Tari Kayau
8 Tari Ganjur
9 Tari Reog Ponorogo
10 Tari Sajojo
11 Tari Payung
12 Tari Caci
13 Tari Cakalele
14 Tari Serampang Dua Belas
15 Tari Sekapur sirih
16 Tari Saureka–reka
17 Tari Maengket
18 Tari Piring Duabelas

Penjelasan

Tari saman merupakan salah satu tarian tradisional Aceh berasal dari suku Gayo yang dibawakan oleh Syekh Saman, seorang penyebar agama Islam di Aceh.Makna dari tarian ini adalah manusia merupakan makhluk sosial sehingga membutuhkan manusia lain

Tari Manang Tari yang juga disebut dengan Tari Balian ini adalah tari khas Dayak Kalimantan. Ini adalah tarian sakral yang umumnya dipentaskan pada upacara adat Balian atau Bemanang. Fungsi dari tarian ini adalah sebagai tarian penyembuhan. Lalu, apa tujuannya? Tujuannya adalah untuk menghilangkan pengaruh dari roh jahat yang dapat mengakibatkan timbulnya penyakit, sial, ataupun meninggal.

Tari Kecak merupakan salah satu seni tari nusantara terkenal yang berasal dari Bali. Seni tari ini biasanya dipertunjukkan secara massal oleh puluhan, bahkan ratusan penari laki-laki yang duduk secara melingkar.

Gerakan dalam tarian ini merupakan gambaran dari perempuan Gowa yang setia dan patuh pada suami dan laki-laki. Terdapat makna tersendiri pada tiap pola gerakan. Contohnya seperti gerakan penari berputar searah jarum jam. Gerakan ini mencerminkan siklus kehidupan manusia.

Tari Zapin memiliki beragam gerak yang lahir dari bentuk permainan yang menggunakan kaki. Dalam bahasa Arab, Zapin disebut sebagai al raqh wal zafn atau menari dengan kaki. Tari ini berkembang di Indonesia berbarengan dengan penyebaran agama Islam yang dibawa oleh pedagang Arab dari Hadramaut.

Jaipong merupakan tari tradisional yang terkenal sekaligus telah menjadi identitas kesenian Provinsi Jawa Barat. Dalam berbagai acara di Jawa Barat, tari jaipong tidak luput untuk dipentaskan. Salah satunya, tari ini berperan sebagai penyambut tamu penting dalam maupun luar negeri yang berkunjung.

Tari Kayau. Tarian yang berasal dari Suku Dayak Iban ini memiliki makna memotong kepala lawan atau musuh. Penari membawa mandau yang digerak-gerakan dengan cara dikayuh. Pesan yang ingin disampaikan dalam tarian ini adalah kejantanan, keberanian, dan kekuasaan yang dimiliki untuk melindungi rakyat dari serangan musuh.

Ganjur adalah bagian dari kesenian ritual yang hadir dalam Upacara Erau, sebuah serangkaian acara yang merupakan bagian dari acara Bepelas Sultan. Tarian ini memiliki keterkaitan erat dengan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, di mana para penari dan pemusiknya dipilih secara khusus, hanya dari kalangan laki-laki yang memiliki hubungan kekerabatan atau keturunan dengan kesultanan tersebut.

Reog Ponorogo memiliki satu ciri khas yakni penggunaan topeng yang sangat besar. Topeng ini mirip seperti Barongsai namun ukurannya lebih besar dengan berat 50 kg. ukurannya yang sangat berat dapat dengan mudah dibawa oleh penari dengan giginya.

Tari Sajojo adalah tari yang menjadi kebanggaan Papua Barat. Sebab tari ini mempunyai karakter yang sangat fleksibel. Dengan tanpa adanya unsur magis dan sakral pada tarian ini, membuat tari Sajojo sangat bebas ditampilkan pada acara manapun.

Tari Payung merupakan tari tradisional dari Minangkabau, Sumatera Barat. Penari dari tarian ini berjumlah 4 sampai 8 orang penari secara berpasang-pasangan. Tari Payung melambangkan simbol kasih sayang. Menurut kepercayaan masyarakat, payung merupakan wujud perlindungan dari hujan dan juga panasnya matahari.

Tari Caci berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya dari suku Manggarai, yang berada di Pulau Flores. Sejarah tari ini berkaitan erat dengan tradisi perang antar suku. Dulu, tari ini digunakan sebagai ritual persiapan sebelum peperangan, di mana para prajurit yang terlibat akan menunjukkan keberanian mereka melalui tarian yang penuh energi ini. Menurut cerita yang beredar, Tari Caci bermula dari sebuah cerita tentang keberanian dua kesatria yang bertarung menggunakan cambuk dan perisai.

Cakalele atau tarian perang. Tarian ini biasanya dibawakan secara beramai-ramai. Jumalah penarinya bisa mencapai 30 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dan mereka saling berpasangan. Celana berwarna merah menyimbolkan keberanian dari rakyat Maluku dalam menghadapi perang. Pedang atau parang pada tangan kanan menyimbolkan harga mati dari harga diri penduduk Maluku. Tameng (salawaku) menyimbolkan protes terhadap sistem pemerintahan yang tidak memihak kepada rakyat.

Tarian ini sangat populer dan berkembang di bawah Kesultanan Serdang yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai. Adapun jenis tarian ini ialah tari tradisional yang dimainkan sebagai tari pergaulan yang mengandung pesan mengenai perjalanan kisah anak muda dalam mencari jodohnya.

Tari Sekapur Sirih yang biasa disebut juga tari persembahan menjadi pembuka salah satu tarian dari Bengkulu. Sama seperti dengan namanya, tari ini biasa digunakan untuk menyambut tamu. Dahulu, tari ini digunakan untuk penyambutan raja atau pangeran.

Tari Saureka–reka merupakan tarian tradisional yang mirip dengan permainan Engklek.Yang membedakan tarian dengan permainan engklek yaitu pada gerakannya. Pemain engklek harus melompat dan tidak boleh menginjak garis gambar. Sedangkan pada tarian Saureka-reka penari harus melompat menari mengikuti dan menghindari hentakan gaba-gaba. Penari ditunjuk untuk kelincahan kaki dan fokus pada dirinya dan penari lainnya. Tarian ini biasanya dibawakan oleh 8 orang penari.

Tari Maengket. Sebuah tarian yang datang dari Manado ini mempunyai arti mengangkat tumit dengan gerakan turun naik. Tarian ini mempunyai 3 tahapan yang di mulai dari Maowey Kamberu, Marambak dan Lalayaan. Setiap tahapan mempunyai makna yang berbeda yakni rasa syukur, semangat saling tolong-menolong, lalu lambang pemuda Minahasa yang tengah mencari jodoh.

Tari piring dua belas ini berasal dari sekala Bekhak dan merupakan tari tradisional yang erat kaitannya dengan gawi adat masyarakat Lampung yang beradat saibatin. Tarian ini bermakna tarian sang ratu yang digunakan ketika menyambut para Ulu Balak yang pulang dari medan Perang. Ratu kemudian menyuguhkan tarian kepada Ulu Balak untuk menunjukkan rasa gembira

Are you sure you want to leave the page?

If you leave the page, you will lose your game progress.