Icon New game New game

TEKS EKSPLANASI

Slideshow

Contoh Teks Eksplanasi Bermuatan Norma Budaya

Download the paper version to play

6 times made

Created by

Indonesia

Top 10 results

  1. 1
    00:10
    time
    100
    score
Do you want to stay in the Top 10 of this game? to identify yourself.
Make your own free game from our game creator
Compete against your friends to see who gets the best score in this game

Top Games

  1. time
    score
  1. time
    score
time
score
time
score
 
game-icon

TEKS EKSPLANASIOnline version

Contoh Teks Eksplanasi Bermuatan Norma Budaya

by KHOIRUNNISA NASUTION
1

TEKS EKSPLANASI

Teks eksplanasi adalah teks yang bertujuan untuk menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena, baik fenomena alam, sosial, budaya, maupun ilmiah, secara logis dan sistematis. Teks ini memaparkan mengapa dan bagaimana suatu peristiwa terjadi berdasarkan hubungan sebab–akibat atau urutan proses.

Contohnya:

  1. Proses Terjadinya Hujan
  2. Penyebab Terjadinya Banjir
  3. Terjadinya Pelangi di Langit
  4. Proses Terbentuknya Gunung Api
  5. Mengapa Terjadi Gempa Bumi
  6. Pentingnya Sopan Santun dalam Kehidupan Sekolah
  7. Proses Terjadinya Kemacetan Lalu Lintas
  8. Cara Terjadinya Pencemaran Lingkungan
  9. Mengapa Kita Harus Menjaga Kebersihan Lingkungan
  10. Peran Gotong Royong dalam Kehidupan Masyarakat


Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, teks eksplanasi berfungsi untuk membantu peserta didik memahami suatu peristiwa secara rasional serta melatih kemampuan berpikir kritis melalui penyajian informasi yang faktual dan objektif.

2

STRUKTUR TEKS EKSPLANASI

Struktur Teks Eksplanasi

Struktur teks eksplanasi terdiri atas tiga bagian utama, yaitu sebagai berikut:

1. Pernyataan Umum

Bagian ini berisi gambaran awal atau pengenalan fenomena yang akan dibahas. Pernyataan umum menjelaskan apa peristiwa yang terjadi dan memberikan konteks agar pembaca memahami topik secara umum.

2. Deretan Penjelas

Deretan penjelas merupakan bagian inti teks eksplanasi yang berisi penjelasan rinci mengenai proses terjadinya fenomena. Penjelasan disusun secara kronologis atau sebab–akibat, sehingga hubungan antarperistiwa dapat dipahami dengan jelas.

3. Penutup (Interpretasi)

Penutup berisi simpulan, interpretasi, atau pandangan akhir penulis terhadap fenomena yang dibahas. Bagian ini bersifat opsional, namun berfungsi untuk menegaskan kembali informasi utama atau memberikan makna dari peristiwa tersebut.

3

CONTOH TEKS EKSPLANASI BERMUATAN NORMA BUDAYA

Peran Sikap Sopan Santun di Sekolah

Pernyataan Umum

Sikap sopan santun di sekolah merupakan bagian dari norma budaya yang harus diterapkan oleh seluruh warga sekolah. Sopan santun mencerminkan perilaku menghormati guru, teman, dan lingkungan sekolah sehingga tercipta suasana belajar yang aman, nyaman, dan harmonis. Penerapan sikap ini menjadi dasar pembentukan karakter peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Deretan Penjelas

Sikap sopan santun di sekolah ditunjukkan melalui berbagai perilaku sederhana namun bermakna. Peserta didik membiasakan mengucapkan salam ketika bertemu guru dan teman, berbicara dengan bahasa yang santun, serta mendengarkan penjelasan guru dengan penuh perhatian. Selain itu, peserta didik menunjukkan rasa hormat dengan meminta izin saat bertanya atau meninggalkan kelas.

Sopan santun juga tercermin dalam interaksi antar teman, seperti tidak mengejek, tidak berkata kasar, serta saling menghargai perbedaan pendapat. Dalam lingkungan sekolah, peserta didik diajarkan untuk menjaga kebersihan kelas, menaati peraturan sekolah, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Perilaku tersebut menunjukkan kepedulian dan kesadaran akan norma budaya yang berlaku.

Penerapan sikap sopan santun dipengaruhi oleh pembiasaan sejak dini, keteladanan guru, serta dukungan lingkungan sekolah. Melalui pembelajaran dan contoh nyata, peserta didik memahami bahwa sopan santun bukan hanya aturan, tetapi nilai budaya yang harus dijaga bersama.

Penutup

Dengan menerapkan sikap sopan santun di sekolah, peserta didik dapat menciptakan hubungan yang baik dengan guru dan teman. Sikap ini membantu membangun karakter yang berakhlak mulia dan mencerminkan nilai-nilai budaya bangsa. Oleh karena itu, sopan santun perlu diterapkan secara konsisten dalam setiap kegiatan di lingkungan sekolah.

4

RUBRIK PENILAIAN


Rubrik penilaian kemampuan menulis bermuatan norma budaya ini terdiri atas lima aspek utama, yaitu kesesuaian struktur teks, muatan norma budaya, ketepatan penggunaan bahasa dan kosakata, kerapian serta ketepatan ejaan dan tanda baca, serta kreativitas dan orisinalitas tulisan.

Aspek kesesuaian struktur teks menilai kemampuan peserta didik dalam menyusun teks sesuai dengan kaidah teks eksplanasi, yang meliputi pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup. Penilaian difokuskan pada kelengkapan struktur dan keterurutan antarbagian sehingga gagasan disampaikan secara logis dan mudah dipahami.

Aspek muatan norma budaya menilai sejauh mana nilai-nilai budaya, khususnya sikap sopan santun, tercermin dalam isi tulisan. Peserta didik diharapkan mampu memasukkan perilaku menghormati, menggunakan bahasa santun, serta menunjukkan sikap positif dalam konteks kehidupan sekolah. Aspek ini penting karena menulis tidak hanya bertujuan menyampaikan informasi, tetapi juga menanamkan nilai karakter.

Aspek ketepatan penggunaan bahasa dan kosakata menilai kemampuan peserta didik dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penilaian mencakup pemilihan kata yang tepat, kejelasan kalimat, serta kesesuaian kosakata dengan tingkat perkembangan peserta didik. Bahasa yang digunakan diharapkan komunikatif dan mudah dipahami oleh pembaca.

Aspek kerapian serta ketepatan ejaan dan tanda baca menilai ketelitian peserta didik dalam menulis. Penilaian difokuskan pada penggunaan huruf kapital, tanda baca, serta kerapian tulisan secara keseluruhan. Aspek ini mencerminkan sikap disiplin dan tanggung jawab peserta didik terhadap hasil karyanya.

Aspek terakhir, yaitu kreativitas dan orisinalitas tulisan, menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan ide secara mandiri dan kreatif. Tulisan yang baik tidak hanya benar secara struktur dan bahasa, tetapi juga menunjukkan keunikan gagasan, contoh yang relevan, serta tidak meniru karya orang lain.

Dengan menggunakan rubrik penilaian ini, guru dapat memberikan penilaian secara menyeluruh terhadap kemampuan menulis peserta didik. Rubrik ini juga membantu peserta didik memahami kriteria keberhasilan dalam menulis teks eksplanasi bermuatan norma budaya, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih terarah dan bermakna.