New game
Download
Get Academic Plan
Share game
Froggy Jumps
Froggy Jumps

sudut pandang

Integrate it into your platform

You can integrate the game into an LMS compatible with LTI 1.1 or LTI 1.3 such as Canvas, Moodle, or Blackboard. This way, the scores will be automatically saved into the platform’s gradebook.
Download
You have exceeded the maximum number of games you can integrate into Google Classroom with your current Plan.

To integrate as many games as you want in Google Classroom, you need an Academic Plan or a Commercial Plan.

You have exceeded the maximum number of games you can integrate into Microsoft Teams with your current Plan.

To integrate as many games as you want in Microsoft Teams, you need an Academic Plan or a Commercial Plan.

Downloading games is an exclusive feature for users with an Academic Plan or a Commercial Plan.

Get your Academic Plan or your Commercial Plan now and start integrating your games into your LMS, website or blog.

If you wish, you can download a demo game here and test its integration:

sudut pandang

Froggy Jumps

Played 13 %Accuracy 48 Average time 03:38

About this activity

identifikasi sudut pandang dalam teks

Created by

Indonesia

Download the paper version to play

Make your own free game from our game creator
Compete against your friends to see who gets the best score in this game

Top Games

%
Anonymous
Anonymous
%
%
%
You have exceeded the maximum number of games you can print with your current Plan.

To print as many games as you want, you need an Academic Plan or a Commercial Plan.

Print your game
sudut pandang
 

Froggy Jumps

sudut pandangOnline version

identifikasi sudut pandang dalam teks

by Fita Kyofizea
1

Pagi itu, suara alarm dari telepon genggamku berdering seperti biasa tepat pukul lima. Dengan mata yang masih berat, aku memaksa diriku bangkit dan mematikan benda bising tersebut. Bau sangrai kopi dari dapur lantai bawah langsung menyeruak.

2

Hari ini adalah hari terpenting dalam hidupku: presentasi besar di hadapan para investor. Aku mematut diri di depan cermin, merapikan kemeja putih dan jas hitam yang sudah kusiapkan sejak semalam.

3

Saat melangkahkan kaki keluar dari rumah dan menghirup udara pagi yang dingin, rasa cemas itu perlahan memudar, berganti dengan tekad yang bulat. Aku tahu jalan di depanku tidak akan mudah dan penuh risiko.

4

Saat Rian melangkahkan kaki keluar pintu rumah dengan tas kerja tergenggam erat di tangannya, aku melihat senyum tipis mulai terukir di wajahnya. Ada tekad baru di matanya yang menggantikan rasa takut tadi. Aku melambaikan tangan padanya.

5

Saat Rian melangkahkan kaki keluar pintu rumah dengan tas kerja tergenggam erat di tangannya, aku melihat senyum tipis mulai terukir di wajahnya. Ada tekad baru di matanya yang menggantikan rasa takut tadi. Aku melambaikan tangan padanya.

6

Pagi itu, aku duduk di bangku taman sambil memperhatikan Randi yang sibuk merapikan berkas-berkas di dalam tasnya dengan tangan yang gemetaran. Keringat dingin tampak menetes di pelipis temanku itu, padahal angin pagi berembus cukup kencang.

7

Di tempat terpisah, Siti melangkah keluar dari pintu rumahnya dan langsung disambut oleh hembusan udara pagi yang dingin. Ada pergolakan batin yang halus di dalam dirinya. antara rasa ragu dan kepasrahan atas apa pun yang bakal terjadi.

8

Di lantai bawah, ibunya, Bu Rahma, memperhatikan langkah Dika yang menuruni tangga dengan rasa haru sekaligus khawatir. Sebagai seorang ibu, Bu Rahma sangat memahami betapa putranya telah mengorbankan waktu tidur dan kesehatan demi kesempatan ini.

9

Di sebuah bengkel tak jauh dari sana, Aris tampak sibuk menggulung lengan kemejanya yang ternoda oli. Ia mengambil kunci pas dari kotak perkakas, menunduk di bawah kap mesin mobil yang terbuka, dan mengetes kekencangan baut-baut di dalamnya.

10

Lina berdiri di peron stasiun sambil menggenggam erat koper beroda di sampingnya. Ia melirik jam tangan peraknya, lalu mendongak menatap papan pengumuman jadwal keberangkatan kereta.

11

Bu Rahma meletakkan piring berisi roti bakar ke atas meja saat Dika mendekat. Dika menggelengkan kepala pelan sambil mengisyaratkan bahwa ia tidak sempat sarapan, lalu langsung melangkah menuju pintu depan.

12

Randy membuka pintu kendaraan, meletakkan tasnya di kursi penumpang, lalu masuk ke dalam mobil. Mesin mobil dinyalakan dan tak lama kemudian kendaraan tersebut perlahan bergerak melaju.

13

Pagi itu, Bima berdiri mematut diri di depan cermin besar di kamarnya. Tangannya cekatan merapikan kerah kemeja putih dan membetulkan posisi jas hitam yang dikenakannya. Setelah mengambil tas dokumen dari atas meja, ia menuruni tangga menuju pintu.

14

Ketika Dika melangkahkan kaki keluar dari rumah, udara dingin pagi langsung menyapu wajahnya. Pergolakan batin kembali terjadi dalam dirinya, antara dorongan untuk melarikan diri dari tekanan dan tekad kuat untuk membuktikan kemampuannya.

15

Ketika Dika melangkahkan kaki keluar dari rumah, udara dingin pagi langsung menyapu wajahnya. Pergolakan batin kembali terjadi dalam dirinya, antara dorongan untuk melarikan diri dari tekanan dan tekad kuat untuk membuktikan kemampuannya.

Are you sure you want to leave the page?

If you leave the page, you will lose your game progress.