New game
Download
Get Academic Plan
Share game
Integrate it into your platform

You can integrate the game into an LMS compatible with LTI 1.1 or LTI 1.3 such as Canvas, Moodle, or Blackboard. This way, the scores will be automatically saved into the platform’s gradebook.
Download
You have exceeded the maximum number of games you can integrate into Google Classroom with your current Plan.

To integrate as many games as you want in Google Classroom, you need an Academic Plan or a Commercial Plan.

You have exceeded the maximum number of games you can integrate into Microsoft Teams with your current Plan.

To integrate as many games as you want in Microsoft Teams, you need an Academic Plan or a Commercial Plan.

Downloading games is an exclusive feature for users with an Academic Plan or a Commercial Plan.

Get your Academic Plan or your Commercial Plan now and start integrating your games into your LMS, website or blog.

If you wish, you can download a demo game here and test its integration:

Ilmu Kalam: Pertemuan 1-3

Slideshow

Played 2

About this activity

Belajar dasar Ilmu Kalam secara terpisah pertemuan

Created by

Indonesia

Download the paper version to play

Make your own free game from our game creator
Compete against your friends to see who gets the best score in this game

Top Games

%
Anonymous
Anonymous
%
%
%
You have exceeded the maximum number of games you can print with your current Plan.

To print as many games as you want, you need an Academic Plan or a Commercial Plan.

Print your game
Ilmu Kalam: Pertemuan 1-3
 

Ilmu Kalam: Pertemuan 1-3Online version

Belajar dasar Ilmu Kalam secara terpisah pertemuan

by Siti Nur Kholifah
1

Pengertian Ilmu Kalam

Pengertian Ilmu Kalam adalah disiplin filsafat-teologis dalam Islam yang menelaah akidah secara rasional untuk mempertahankan iman.

2

Ruang Lingkup

Ruang lingkup Ilmu kalam mencangkup beberapa hal:

  1. Hal-hal yang berhubungan dengan Allah swt, seperti Zat, sifat, kekuasaan, kehendak , perintah dan larangannya serta tentang qada dan qadar
  2. Hal-hal yang berhubungan dengan Rasul Allah sebagai pembawa risalah kepada Manusia, seperti Malaikat, nabi, rasul, dan beberapa kitab suci.
  3. Hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan yang akan datang, seperti adanya kebangkitn setelah mati, siksa kubur, pertanyaan kubur surga dan neraka
3

Urgensi Ilmu Kalam

Urgensi Ilmu Kalam menegaskan landasan akidah, menghadapi keraguan, dan membantu penalaran kritis dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Ilmu Kalam:

  1. untuk menumbuhkan kualitas tauhid yang merupakan tujuan paling utama bagi kehidupan seseorang
  2. untuk memperjelas aqidah Islam sekaligus memperkuat dan menghindarkan diri dari berbagai penyimpangan yang tidak sesuai dengan Al-qur'an dan Hadis
  3. untuk menjelaskan landasan keimanan umat islam dalam tatanan filososif, logis dan rasional berdasarkan Al-qur'an dan hadis
  4. untuk menolak aqidah yang sesat (tidak lurus dalam menjalankan agamanya)
4

MANFAAT DAN PENERAPAN ILMU KALAM

Manfaat mempelajari ilmu kalam adalah sebagai berikut:

a. Menguatkan pondasi keimanan.

b. Memberikan jawaban atas penyimpangan ajaran Islam.

c. Mengamalkan ajaran Islan dengan baik dan benar.

d. Memberikan arahan dan petunjuk yang benar kepada orang-orang yang membutuhkan nasihat.


Menerapkan ilmu kalam untuk mempertahankan akidah, dapat dilakukan dengan cara berikut;

a. Mempelajari ilmu kalam melalui proses pendidikan formal atau nonformal. 

b. Menyikapi perbedaan pemahaman ilmu kalam dengan kritis dan bijaksana.

c. Mempelajari secara mendalam berbagai pemikiran aliran ilmu kalam. 

d. Membaca dan memahami Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad saw.

5

Pertemuan 2: Latar Belakang terjadinya perbedaan aliran

Munculnya berbagai aliran pemikiran dalam sejarah Islam berakar dari perpecahan politik pasca-wafatnya Nabi Muhammad SAW, terutama terkait suksesi kepemimpinan (khilafah). Konflik ini memicu perbedaan interpretasi teks suci (Al-Quran dan Hadis), pengaruh budaya luar, dan pendekatan teologis (rasional vs tradisional), yang melahirkan kelompok seperti KhawarijMurji'ahMu'tazilah, dan kemudian Asy'ariyahinstitut nida el adabiinstitut nida el adabi

6

Pertemuan 2: Latar Belakang terjadinya perbedaan aliran

Secara rinci, latar belakang munculnya aliran pemikiran tersebut meliputi beberapa faktor utama:

  • Faktor Politik (Perselisihan Suksesi): Konflik bermula dari pertanyaan tentang siapa yang berhak menggantikan Nabi. Puncaknya terjadi pada peristiwa Tahkim (arbitrase) dalam Perang Shiffin antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah, yang memicu munculnya Khawarij dan Murji'ah.
  • Perbedaan Interpretasi Nash (Teks Suci): Perbedaan dalam memahami ayat-ayat Al-Quran dan Hadis, terutama terkait sifat Tuhan dan perbuatan manusia, menyebabkan perbedaan pemahaman, seperti perbedaan antara pandangan Jabariyah (fatalisme) dan Qodariyah (kehendak bebas).
  • Pengaruh Budaya dan Pemikiran Asing: Perluasan wilayah Islam (futuhat) mempertemukan umat Islam dengan kebudayaan dan filsafat Yunani, Persia, dan India. Hal ini mendorong penggunaan pendekatan logika/rasional (ilmu kalam) dalam teologi, yang menonjol pada kelompok Mu'tazilah.
  • Perkembangan Ilmu Kalam (Teologi): Keragaman pendekatan dalam memahami teks suci dan respon terhadap dinamika zaman membuat para pemikir Islam mengembangkan metode istidlal (penyimpulan hukum/akidah) yang berbeda, menghasilkan aliran-aliran teologi seperti Mu'tazilah, Asy'ariyah, dan Maturidiyahinstitut nida el adabiinstitut nida el adabi

Secara keseluruhan, aliran-aliran ini merupakan upaya manusiawi untuk memahami ajaran Islam dalam konteks sosial, politik, dan intelektual yang berbeda-beda sepanjang sejarah.

7

Pertemuan 2: Aliran Utama

Aliran utama: Khawarij, Murji'ah, Mu'tazilah, dan Ahlussunnah wal Jama'ah beserta pokok-pokirannya.

https://www.nu.or.id/hikmah/sejarah-kelompok-khawarij-1-definisi-dan-julukan-julukan-mereka-ZelfF

8

ALIRAN KHAWARIJ : Tokoh dan Pemikiran

Khawarij adalah kelompok Muslim awal yang memisahkan diri dari barisan Khalifah Ali bin Abi Thalib setelah Perang Siffin karena tidak setuju dengan tahkim (arbitrase), menganggapnya melanggar hukum Allah.

tokoh khawarij:

Abdullah bin Wahab ar-Rasibi (pemimpin Al-Muhakkimah), tokoh ekstremis seperti Nafi' bin al-Azraq (Azariqah) dan Najdah bin Amir al-Hanafi, serta tokoh-tokoh penting lain seperti Abdurrahman bin Muljam (pembunuh Ali) dan Jabir bin Zayd (pendiri Ibadiyah). 

Asal-usul

  • Munculnya: Terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib (sekitar 37 H/648 M) setelah Perang Siffin.
  • Penyebab: Penolakan terhadap keputusan tahkim antara Ali dan Muawiyah, yang dianggap sebagai pelanggaran ketetapan Allah oleh Khawarij.
  • Nama Lain: Al-Mariqah (yang keluar), Haruriyah (dari Harura tempat mereka berkumpul), Asy-Syurrah (pedagang diri).

Ciri Khas dan Pemikiran

  • Mengkafirkan: Mudah mengkafirkan orang yang tidak sepaham, bahkan pemimpin dan tentara, berdasarkan penafsiran mereka sendiri terhadap Al-Qur'an.
  • Keluarnya dari Ketaatan: Memisahkan diri dari penguasa yang sah (Ali), kemudian kelompok lainnya (Muawiyah).
  • Kekerasan: Menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan, menghalalkan darah kaum Muslimin yang berbeda.
  • Pemahaman Agama: Rajin membaca Al-Qur'an tetapi hanya memahami secara harfiah (zahirnya) dan menolak takwil, sehingga sering salah makna.
  • Slogan: Menggunakan slogan "Kembali kepada Al-Qur'an" sebagai pembenaran tindakan mereka.

Perkembangan

  • Meskipun Khawarij klasik telah punah, pemikiran mereka (sikap ekstrem, mengkafirkan) diyakini masih ada dan muncul kembali dalam berbagai bentuk pada masa kini, seperti kelompok yang melakukan teror dan kekerasan,.
  • Khawarij memiliki banyak sekte (seperti Al-Azariqah, Al-Najdah, Al-Ibadiyyah) yang saling mengkafirkan. Sekte moderat seperti Ibadiyah berhasil membentuk negara.
9

ALIRAN MURJI'AH: Tokoh dan Pemikiran

Aliran Murji'ah muncul sebagai respons terhadap konflik politik pasca-terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan, dengan prinsip utama irja' (menunda/menangguhkan penghakiman terhadap status iman seseorang ke hari kiamat). UIN AL-AZHAAR LUBUKLINGGAUUIN AL-AZHAAR LUBUKLINGGAU

Aliran ini secara umum terbagi menjadi dua kelompok utama:

1. Golongan Moderat

Kelompok ini berpendapat bahwa pelaku dosa besar tetaplah mukmin dan tidak kekal di neraka. Digilib UIN SukaDigilib UIN Suka

  • Abu Hanifah (Imam Hanafi): Dikenal sebagai tokoh Murji'ah As-Sunnah. Ia berpendapat bahwa iman adalah mengenal Allah, mengesakan-Nya, serta mengakui Rasul dan ajarannya secara keseluruhan. Baginya, iman tidak bertambah maupun berkurang.
  • Abu Yusuf: Murid Imam Abu Hanifah yang sejalan dalam pandangan moderat.
  • Hasan bin Muhammad bin Ali bin Abi Thalib: Dianggap sebagai salah satu peletak dasar pemikiran Murji'ah yang menyerukan penghentian pertikaian politik. Journal UIADJournal UIAD

2. Golongan Ekstrem

Kelompok ini memiliki pandangan yang lebih radikal mengenai hubungan antara iman dan amal perbuatan. UIN AL-AZHAAR LUBUKLINGGAUUIN AL-AZHAAR LUBUKLINGGAU

  • Jahmiyah (Jahm bin Shafwan): Berpendapat bahwa iman hanyalah pengetahuan di dalam hati. Jika seseorang percaya pada Tuhan di hatinya namun menyatakan kekufuran secara lisan, ia tetap dianggap mukmin.
  • Yunusiyah (Yunus bin Awn al-Numairi): Mengajarkan bahwa perbuatan jahat atau dosa tidak akan merusak iman seseorang.
  • Ubaidiyah (Ubaid al-Muktaib): Berpendapat serupa dengan Yunusiyah, bahwa jika seseorang meninggal dalam keadaan beriman, dosa-dosanya tidak akan merugikannya.
  • Ghasaniyah (Ghassan al-Kufi): Berpendapat bahwa iman tidak bertambah dan tidak berkurang. uin-malang.ac.iduin-malang.ac.id

Pokok-Pokok Pemikiran Umum

  1. Status Pelaku Dosa Besar: Mereka tidak dianggap kafir selama masih beriman di dalam hati.
  2. Definisi Iman: Iman sering kali didefinisikan cukup dengan pengakuan di dalam hati atau lisan tanpa harus disertai amal perbuatan sebagai syarat mutlak.
  3. Sikap Politik: Cenderung mengambil sikap netral atau diam dalam konflik perebutan kekuasaan. al-Afkar, Journal For Islamic Studiesal-Afkar, Journal For Islamic Studies
10

ALIRAN MU'TAZILAH : Tokoh dan Pemikiran

Aliran Mu'tazilah adalah mazhab teologi Islam rasionalis yang muncul pada abad ke-8 M di Basrah, dipelopori oleh Washil bin Atha' setelah memisahkan diri dari majelis Hasan al-Bashri. Dikenal sebagai aliran yang menekankan penggunaan akal (rasio) dan keadilan Tuhan, Mu'tazilah memiliki 5 ajaran pokok (Ushul al-Khamsah): Tauhid (menafikan sifat Tuhan yang berdiri sendiri), Keadilan Tuhan, Al-Manzilah bain al-Manzilatain (posisi pelaku dosa besar), janji/ancaman, dan amar makruf nahi munkar. 

Lima Ajaran Pokok (Ushul al-Khamsah)

  1. Al-Tauhid (Keesaan Allah): Allah adalah satu, tidak memiliki sifat yang berdiri sendiri (dzat Allah adalah sifat-Nya sendiri).
  2. Al-'Adl (Keadilan Tuhan): Tuhan maha adil, wajib memberi pahala pada yang baik dan siksa pada yang jahat, serta tidak mungkin berbuat zalim.
  3. Al-Wa'd wa al-Wa'id (Janji dan Ancaman): Allah pasti menepati janji-Nya (surga) dan ancaman-Nya (neraka).
  4. Al-Manzilah bayna al-Manzilatayn (Posisi di Antara Dua Posisi): Pelaku dosa besar bukan mukmin dan bukan kafir, melainkan di posisi tengah (fasik).
  5. Al-Amr bi al-Ma'ruf wa al-Nahy 'an al-Munkar: Kewajiban menegakkan kebajikan dan mencegah kemungkaran. institut nida el adabiinstitut nida el adabi
11

ALIRAN AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH: Tokoh dan Pemikiran

Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) adalah kelompok mayoritas umat Islam yang berpegang teguh pada sunnah Nabi Muhammad SAW dan tradisi para sahabat (Al-Jama'ah). Secara akidah merujuk pada Imam Asy'ari dan Maturidi, fiqih pada empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali), dan tasawuf mengikuti Imam Junaid Al-Baghdadi. Paham ini menekankan moderasi (tawasuth), keseimbangan (tawazun), keadilan (ta'adul), dan toleransi (tasamuh). 

Berikut adalah karakteristik dan prinsip utama aliran Ahlussunnah wal Jamaah:

  • Definisi: Secara terminologis, Ahlussunnah merujuk pada pengikut ajaran Rasulullah SAW (perbuatan, ucapan, ketetapan), dan Al-Jamaah merujuk pada apa yang disepakati oleh para sahabat.
  • Akidah (Teologi): Mengikuti ajaran yang dirumuskan oleh Imam Abu Hasan al-Asy'ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi. Prinsip ini berfokus pada tauhid yang moderat, berbeda dengan paham ekstrim seperti Khawarij atau Muktazilah.
  • Fiqih (Hukum Islam): Mengikuti salah satu dari empat mazhab utama: Hanafi, Maliki, Syafi'i, atau Hambali.
  • Tasawuf/Akhlak: Mengikuti metode Imam Junaid al-Baghdadi dan Imam Al-Ghazali, yang menekankan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) untuk mencapai maqam ihsan.
  • Prinsip Dasar (Khittah):
  • Tawasuth: Moderat, tidak ekstrim kiri atau kanan.
  • Tawazun: Berimbang dalam penggunaan dalil naqli (Al-Qur'an & Hadis) dan aqli (akal).
  • I'tidal/Ta'adul: Adil dan tegak lurus.
  • Tasamuh: Toleran terhadap perbedaan yang bersifat furu'iyyah (cabang agama), bukan ushul (pokok).
  • Posisi: Aswaja dikenal sebagai golongan yang menjaga persatuan umat (mayoritas/Al-Jumhur) dan menjauhi perilaku bid'ah yang menyimpang dari ajaran pokok Nabi dan Sahabat. 
12

Pertemuan 3: Sikap Muslim Kontemporer

Peserta didik diajak menganalisis kasus kontemporer dengan pendekatan Kalam, menunjukkan moderasi, nalar, dan akidah kokoh.

13

Penutup Pertemuan 3 & Penilaian

Evaluasi akhir meliputi tugas proyek, presentasi, dan refleksi pribadi tentang bagaimana Ilmu Kalam memperkuat akidah di era modern.

Are you sure you want to leave the page?

If you leave the page, you will lose your game progress.