Literasi Kimia dengan Inkuiri SSIOnline version
Pengaruh SSI terhadap literasi kimia
1
Judul & Informasi Jurnal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online : 2548-6950 Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 PENGARUH STRATEGI INKUIRI TERBIMBING BERBASIS ISU SOSIOSAINTIFIK TERHADAP LITERASI KIMIA SISWA PADA MATERI IKATAN KIMIA Stevani Rosadelima Kolompoy1, Eldat Wira Santa2
https://share.google/trBvkAwEIKSAL6gl6 Joice Dorsila Susana Caroles3, Pingkan Pangemanan4 1,2,3Program Studi Pendidikan Kimia, Universitas Negeri Manado 4Tenaga Pendidik, SMA Katolik Karitas Tomohon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara 2eldat_santa@unima.ac.id
2
Abstrak (Bahasa Inggris)
ABSTRACT This study aimed to examine the effect of a guided inquiry strategy based on socioscientific issues on students’ chemical literacy in chemical bonding. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design in the form of a non-equivalent control group design. The participants consisted of 52 eleventh-grade students divided into an experimental class and a control class, with 26 students in each group. The research instrument was a chemical literacy test consisting of 15 essay items, validated by one Chemistry Education lecturer and one senior high school chemistry teacher. The results of Aiken’s V analysis showed a range of 0.93–1.00 with an average of 0.96 (very valid category), and a reliability coefficient of 0.722 with a significance value of 0.011 (p < 0.05), indicating high reliability. The data were analyzed using paired sample t-tests and an independent sample t-test at a significance level of 0.05. The paired sample t-test results indicated a significant improvement in the experimental class (t(25) = −13.623; p < 0.001) and the control class (t(25) = −8.362; p < 0.001). The independent sample t-test showed a significant difference between the two classes (t(50) = 7.351; p < 0.001) with a mean difference of 8.077. Thus, the guided inquiry strategy based on socioscientific issues significantly affects students’ chemical literacy.
Keywords: chemical literacy, guided inquiry, socioscientific issues, chemical bonding
4
Abstrak (Bahasa Indonesia)
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh strategi inkuiri terbimbing berbasis isu sosiosaintifik terhadap literasi kimia siswa pada materi ikatan kimia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental berbentuk non-equivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas 52 siswa kelas XI yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing 26 siswa. Instrumen penelitian berupa tes literasi kimia berbentuk 15 soal uraian yang telah divalidasi oleh satu dosen Pendidikan Kimia dan satu guru Kimia SMA. Hasil analisis Aiken’s V menunjukkan rentang nilai 0,93–1,00 dengan rata-rata 0,96 (kategori sangat valid), serta koefisien reliabilitas sebesar 0,722 dengan signifikansi 0,011 (p < 0,05) yang termasuk kategori tinggi.
Pendekatan kuantitatif dengan desain quasi‑experimen berbentuk non‑equivalent control group design (Creswell & Creswell, 2018). Penelitian melibatkan dua kelompok: kelas eksperimen dengan perlakuan strategi inkuiri terbimbing berbasis Isu Sosiosaintifik (SSI), serta kelas kontrol tanpa integrasi SSI. Pretest dan posttest dilakukan untuk mengukur literasi kimia siswa. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas XI MIPA dengan jumlah total 52 siswa (XI A sebagai eksperimen; XI C sebagai kontrol). Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling untuk kesetaraan karakteristik antar kelompok.
6
Desain Penelitian & Lokasi
Penelitian dilaksanakan di SMA Katolik Karitas Tomohon selama empat pertemuan pada materi ikatan kimia (ikatan kovalen, kepolaran molekul, ikatan kovalen koordinasi). Tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Prosedur: pretest → pembelajaran perlakuan → posttest. Data berupa skor pretest dan posttest dengan 15 soal uraian. Validitas dan reliabilitas instrumen tinggi. Analisis menggunakan SPSS v26, dengan taraf signifikansi 0,05.
7
Hasil dan Pembahasan (Deskripsi Data)
Deskripsi Data Literasi Kimia Siswa Data diperoleh melalui tes literasi kimia sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pembelajaran pada kelas eksperimen dan kontrol. Tabel 1 menyajikan statistik deskriptif skor literasi kimia siswa.
8
Hasil dan Pembahasan (Tabel 1)
Tabel 1. Statistik Deskriptif Skor Literasi Kimia Siswa Kelompok Tes Mean SD Min Max Eksperimen Pretest 18.92 4.69 10 27 Eksperimen Posttest 33.19 4.23 24 39 Kontrol Pretest 18.38 3.32 13 24 Kontrol Posttest 25.12 3.84 17 32
9
Hasil Analisis Deskriptif
Berdasarkan Tabel 1, rata-rata skor literasi kimia pada kelas eksperimen mengalami peningkatan dari 18,92 menjadi 33,19, dengan selisih sebesar 14,27 poin. Sementara itu, kelas kontrol juga mengalami peningkatan dari 18,38 menjadi 25,12, dengan selisih 6,73 poin. Perbedaan nilai pretest kedua kelas yang relatif kecil (0,54 poin) menunjukkan kemampuan awal siswa hampir sama. Peningkatan posttest lebih disebabkan oleh perlakuan pembelajaran yang diberikan.
Uji Normalitas Pengujian normalitas data menggunakan Shapiro–Wilk; hasil menunjukkan semua data berdistribusi normal (Sig. > 0,05) untuk pretest/posttest eksperimen/kontrol.
Uji homogenitas menggunakan Levene’s Test menunjukkan F = 0.059, Sig. = 0.808. Varians kedua kelompok dinyatakan homogen. Hal ini memungkinkan uji-t dilanjutkan untuk membandingkan kedua kelompok secara valid.
12
Uji Paired Sample t-Test (Eksperimen)
Uji Paired Sample t-Test (Eksperimen): t(25) = −13,623; p < 0,001. Rata-rata peningkatan 14,27 poin (pretest → posttest).
13
Uji Paired Sample t-Test (Kontrol)
Uji Paired Sample t-Test (Kontrol): t(25) = −8,362; p < 0,001. Rata-rata peningkatan 6,73 poin (pretest → posttest).
14
Uji Independent Sample t-Test
Uji Independent Sample t-Test: Posttest Eksperimen vs Kontrol, t(50) = 7,351; p < 0,001. Meks postest Eksperimen = 33,19; Kontrol = 25,12; perbedaan 8,07 poin.
15
Hasil Pembahasan Lanjutan
Keunggulan kelas eksperimen sejalan dengan temuan Mukti & Widjajanti (2025) bahwa inkuiri terbimbing dengan pendekatan SSI meningkatkan literasi kimia lebih signifikan karena mengaktifkan dimensi kognitif dan afektif. Isu sosiosaintifik mengaitkan konsep dengan fenomena autentik, mengurangi miskonsepsi, serta meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah.
16
Mekanisme SSI dalam Pembelajaran
Pertama, isu sosiosaintifik pada materi ikatan kovalen berfungsi sebagai jangkar kontekstual. Kedua, diskusi berbasis SSI mendorong pengembangan kemampuan argumentasi ilmiah. Ketiga, SSI mengintegrasikan pengetahuan kimia dengan konteks sosial dan lingkungan nyata, sehingga literasi sains meningkat menurut OECD (2023).
Berdasarkan hasil penelitian, strategi inkuiri terbimbing berbasis isu sosiosaintifik berpengaruh signifikan terhadap literasi kimia siswa pada materi ikatan kimia. t(50) = 7,351; p < 0,001. Selisih rata-rata 8,07 poin; peningkatan eksperimen 14,27 poin (2,12 kali lebih besar dari kontrol 6,73 poin).
18
Implikasi & Rekomendasi
Strategi ini direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran kimia yang efektif untuk meningkatkan literasi kimia siswa, khususnya pada materi yang bersifat abstrak.
19
Daftar Pustaka & Penutup
DAFTAR PUSTAKA Adauyah, R., & Aznam, N. (2024). Guided Inquiry Learning Model in Chemistry Education: A Systematic Review. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 10(3), 77–87. Orosz, G., Németh, V., Kovács, L., Somogyi, Z., & Korom, E. (2022). Guided inquiry-based learning in secondary-school chemistry classes: a case study. Chemistry Education Research and Practice, 24(1), 50–70.
|