Kerjakan dengan bersungguh-sungguh
1
Perusahaan menghitung PPh 21 pegawai tetap (K/2) pakai metode TER (PMK 168/2023). Gaji pokok Rp25 juta/bulan. Bonus tahun lalu Rp60 juta. Aturan internal menjamin bonus tahun ini minimal sama dengan tahun lalu, tapi nilainya belum final karena menunggu evaluasi kinerja dan baru cair November. Januari 2024, staf payroll menyusun proyeksi penghasilan bruto setahun. Demi prinsip kehati-hatian dan ketepatan TER, keputusan yang paling tepat adalah..
2
Perusahaan X menerapkan metode TER (PMK 168/2023). Pegawai tetap (K/0) memiliki proyeksi penghasilan bruto setahun Rp180 juta. Setelah dikurangi PTKP, estimasi PKP sebesar Rp120 juta dengan proyeksi PPh 21 tahunan (tarif progresif) Rp9 juta. Staf payroll ingin memastikan pemotongan PPh 21 bulanan mencerminkan kewajiban tahunan secara proporsional sesuai mekanisme TER. Metode paling tepat yang digunakan adalah...
3
Pegawai tetap (K/1) bekerja di perusahaan yang memakai metode TER (PMK 168/2023). Awalnya, proyeksi penghasilan bruto setahun Rp300 juta dengan estimasi PPh 21 Rp30 juta (TER 10%). Pada Agustus, pegawai mendapat promosi jabatan sehingga proyeksi penghasilan bruto setahun naik menjadi Rp360 juta dan estimasi PPh 21 menjadi Rp42 juta. Untuk menjaga ketepatan pemotongan PPh 21 hingga akhir tahun sesuai prinsip TER, tindakan paling tepat adalah...
4
Perusahaan memakai metode TER (PMK 168/2023). Agustus, proyeksi penghasilan bruto naik akibat promosi sehingga TER disesuaikan. Evaluasi menunjukkan total PPh 21 Januari–Juli lebih rendah dibanding hitungan TER baru. Manajemen dan staf payroll ingin memastikan total potongan hingga akhir tahun mendekati pajak sebenarnya tanpa membebani pegawai dalam satu periode. Strategi paling tepat adalah...
5
Pegawai tetap (TK/0) mulai bekerja 1 Maret 2024 dengan gaji pokok Rp12 juta dan tunjangan tetap Rp2 juta/bulan. Bulan Mei 2024, ia menerima THR sebesar satu kali gaji pokok. Perusahaan memakai metode TER (PMK 168/2023). Dalam menghitung PPh 21 Mei, bagian payroll harus menyusun proyeksi penghasilan bruto setahun secara realistis dan konsisten dengan pola penghasilan tahun berjalan. Metode proyeksi paling tepat adalah..
6
Pegawai tetap menerima gaji Rp20 juta/bulan. Perusahaan mensimulasikan PPh 21 dengan dua pendekatan: metode TER (PMK 168/2023) dan metode tarif progresif. Hasilnya menunjukkan tarif efektif metode TER lebih rendah daripada metode progresif. Jika dianalisis dari sisi besarnya penerimaan pajak negara dalam periode berjalan, metode yang cenderung memberikan penerimaan pajak lebih besar bagi negara adalah...
7
Seorang pegawai tetap mengundurkan diri pada pertengahan tahun setelah selama beberapa bulan PPh Pasal 21-nya dipotong menggunakan metode Tarif Efektif Rata-rata (TER) sesuai PMK 168 Tahun 2023. Setelah pegawai resign, perusahaan melakukan penghitungan ulang PPh Pasal 21 menggunakan tarif progresif berdasarkan total penghasilan riil yang benar-benar diterima pegawai selama tahun berjalan.
Dalam proses rekonsiliasi tersebut, kemungkinan hasil yang paling tepat adalah.....
8
PT amanda memotong PPh 21 menggunakan tarif TER Tahunan sebesar 2% untuk dua orang pekerja yang masing-masing menerima penghasilan Rp120.000.000 dalam setahun. Setelah dilakukan audit, diketahui status kedua pekerja tersebut berbeda:Pekerja A: Pegawai Tetap dan Pekerja B: Bukan Pegawai (menerima imbalan berkesinambungan dan tidak memiliki penghasilan lain)
Berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku, berapakah total selisih PPh 21 setelah dilakukan koreksi perhitungan?
9
Seorang pegawai tetap mengikuti program Takaful yang iurannya sebesar Rp500.000 per bulan dan dipotong langsung dari gaji oleh perusahaan. Dalam proses perhitungan PPh Pasal 21 menggunakan metode Tarif Efektif Rata-rata (TER) sesuai PMK 168 Tahun 2023, bagian payroll perlu menganalisis pengaruh iuran tersebut terhadap dasar perhitungan pajak pegawai.
Analisis yang paling tepat terkait pengaruh iuran Takaful tersebut adalah ....
10
Sebuah perusahaan memiliki 50 karyawan tetap dengan penghasilan bruto masing-masing sebesar Rp10.000.000 per bulan. Berdasarkan metode Tarif Efektif Rata-rata (TER) sesuai PMK 168 Tahun 2023, setiap karyawan dikenakan TER sebesar 0,75% dalam pemotongan PPh Pasal 21 bulanan.
Manajemen perusahaan ingin menganalisis hubungan antara jumlah karyawan dan total PPh Pasal 21 yang harus disetorkan perusahaan setiap bulan. Berdasarkan kondisi tersebut, analisis yang paling tepat adalah ..
11
Seorang karyawan harian menerima penghasilan berdasarkan jumlah hari kerja yang dijalani setiap bulan. Perusahaan menerapkan metode Tarif Efektif Rata-rata (TER) sesuai PMK 168 Tahun 2023 dalam pemotongan PPh Pasal 21. Pada bulan tertentu, jumlah hari kerja karyawan tersebut menurun sehingga penghasilan bruto yang diterima juga lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.
Berdasarkan kondisi tersebut, analisis yang paling tepat terhadap dampak PPh Pasal 21 karyawan adalah ....
12
Dalam kasus perubahan proyeksi penghasilan pegawai pada bulan Agustus, perusahaan menemukan bahwa PPh Pasal 21 Januari-Juli yang telah dipotong lebih rendah dibandingkan hasil perhitungan menggunakan TER terbaru. Strategi yang paling tepat dilakukan agar total PPh Pasal 21 tetap mendekati kewajiban pajak tahunan sebenarnya adalah..
13
Karyawan baru Budi (TK/0, NPWP) mulai kerja Februari 2026 dengan gaji Rp20 juta/bulan. Perusahaan mengubah metode pemotongan dari gross ke TER (PMK 168/2023). Penghasilan bruto Februari Rp21 juta (termasuk tunjangan). Jika tarif TER yang dihasilkan ternyata lebih rendah daripada tarif progresif 5%, metode yang cenderung lebih menguntungkan penerimaan pemerintah dalam periode berjalan adalah...
14
Seorang karyawan tetap berstatus TK/0 menerima gaji bulanan sebesar Rp9.000.000 tanpa penghasilan lain. Perusahaan menerapkan skema Tarif Efektif Rata-rata (TER) sesuai PMK 168 Tahun 2023. Dalam analisis langkah awal penentuan PPh Pasal 21 bulan Januari menggunakan pendekatan TER, pernyataan yang paling tepat adalah...
15
Seorang pegawai menikah tanpa tanggungan (K/0) memperoleh gaji tetap Rp12.000.000 per bulan dan tunjangan tetap Rp1.000.000 per bulan. Perusahaan menggunakan metode Tarif Efektif Rata-rata (TER) sesuai PMK 168 Tahun 2023. Dalam konteks evaluasi penerapan sistem pemotongan pajak, tujuan utama penggunaan TER pada kasus tersebut adalah ....
Penjelasan
karena: Dalam penerapan TER, proyeksi penghasilan bruto setahun sebaiknya menggunakan informasi yang paling rasional dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena perusahaan memiliki kebijakan yang menjamin bonus minimal sama dengan tahun sebelumnya, bonus Rp60.000.000 layak dimasukkan dalam estimasi penghasilan bruto setahun agar hasil perhitungan pajak lebih mendekati kondisi riil
karena: total PPh Pasal 21 perusahaan akan meningkat sebanding dengan jumlah karyawan karena setiap pegawai dikenakan pemotongan pajak berdasarkan penghasilan masing-masing.
•Perhitungan PPh 21 per karyawan: PPh 21=0,75%×Rp10.000.000=Rp75.
•Total PPh 21 untuk 50 karyawan: Total PPh 21=50×Rp75.000=Rp3.750.000
Hal ini menunjukkan bahwa total PPh 21 perusahaan bersifat proporsional terhadap jumlah karyawan.
Soal menanyakan metode mana yang lebih menguntungkan pemerintah/penerimaan negara dalam periode berjalan (bulan tersebut).
Metode Progresif: Menghasilkan persentase tarif yang lebih tinggi (5%). Berarti, nominal uang pajak yang dipotong dan disetorkan ke kas negara lebih besar.
Metode TER: Di dalam soal disebutkan hasil tarif TER-nya lebih rendah. Berarti, nominal uang pajak yang disetorkan ke negara pada bulan tersebut lebih kecil.
Karena fokusnya adalah keuntungan penerimaan pajak pemerintah, maka metode yang memberikan setoran lebih besar (yaitu Tarif Progresif) adalah jawaban yang paling tepat.
karena : pendekatan TER dimulai dengan memperoyeksi penghasilan bruto setahun untuk menentukan tarif efektif yang sesuai sehingga pemotongan pajak bulanan dapat mendekati pajak tahunan sebelumnya.
karena: tujuan Esensial TER: Pemerintah mengeluarkan kebijakan TER (PMK 168 Tahun 2023) dengan tujuan utama memberikan kemudahan administratif (simplifikasi) bagi pemotong pajak (perusahaan) dalam menghitung PPh 21 bulanan dari masa Januari hingga November.
-Tarif TER sudah diformulasikan sedemikian rupa agar hasil pemotongan bulanan nilainya landai dan mendekati proporsi beban pajak setahun yang nanti dihitung dengan Tarif Pasal 17 di bulan Desember.
|