New game
Download
Get Academic Plan
Share game
Integrate it into your platform

You can integrate the game into an LMS compatible with LTI 1.1 or LTI 1.3 such as Canvas, Moodle, or Blackboard. This way, the scores will be automatically saved into the platform’s gradebook.
Download
You have exceeded the maximum number of games you can integrate into Google Classroom with your current Plan.

To integrate as many games as you want in Google Classroom, you need an Academic Plan or a Commercial Plan.

You have exceeded the maximum number of games you can integrate into Microsoft Teams with your current Plan.

To integrate as many games as you want in Microsoft Teams, you need an Academic Plan or a Commercial Plan.

Downloading games is an exclusive feature for users with an Academic Plan or a Commercial Plan.

Get your Academic Plan or your Commercial Plan now and start integrating your games into your LMS, website or blog.

If you wish, you can download a demo game here and test its integration:

Geografi kelas XI

Quiz

(2)
Played 80 %Accuracy 95 Average time 23:36

About this activity

Latihan Soal - soal

Created by

Indonesia

Download the paper version to play

Make your own free game from our game creator
Compete against your friends to see who gets the best score in this game

Top Games

%
Anonymous
Anonymous
%
%
%
You have exceeded the maximum number of games you can print with your current Plan.

To print as many games as you want, you need an Academic Plan or a Commercial Plan.

Print your game
Geografi kelas XI
 

Geografi kelas XIOnline version

Latihan Soal - soal

by PRADITYA ONGKY GUNAWAN
1

Arus urbanisasi dari Desa Sukamakmur ke Kota Metropolitan Y terus meningkat setiap tahunnya setelah musim panen selesai. Mayoritas pendatang tidak memiliki keahlian khusus dan modal yang cukup. Penerapan konsep dinamika kependudukan dari fenomena ini menunjukkan bahwa dampak paling signifikan terhadap lingkungan sosial dan fisik Kota Y adalah....

2

Jika sebuah negara jumlah orang tuanya (lansia) jauh lebih banyak daripada anak kecilnya, bantuan apa yang paling dibutuhkan oleh negara itu?

3

Jika sumber air warga di desa pesisir rusak karena sering terkena banjir air laut (rob), apa usaha gotong-royong yang paling masuk akal dilakukan warga untuk mendapatkan air bersih?

4

Di lereng Gunung Merapi, jumlah penduduk yang bertani sangat padat padahal luas lahannya terbatas. Kondisi jumlah penduduk yang terus bertambah di lahan yang sempit ini akan memicu masalah lingkungan, yaitu....

5

Cerita turun-temurun "Smong" mengajarkan warga Simeulue cara menyelamatkan diri dari tsunami tanpa alat canggih. Hal ini membuktikan bahwa....

6

Sebuah kota mengalami pertumbuhan penduduk yang sangat cepat. Kota ini terletak di perbukitan kapur (karst) yang kering dan tanahnya sulit menyimpan air. Apa dampak lingkungan terburuk akibat ledakan penduduk di daerah tersebut?

7

Badai La Nina menyebabkan hujan sangat lebat di hulu sungai dan memicu banjir di permukiman perkotaan (hilir). Apa langkah mitigasi struktural (pembangunan fisik) yang paling efektif untuk mencegah dampak banjir tersebut?

8

Likuifaksi (pencairan tanah) adalah fenomena geologis di mana tanah kehilangan kekuatannya akibat getaran kuat gempa bumi, sehingga tanah tersebut berperilaku layaknya cairan. Tidak semua kawasan rawan gempa dapat mengalami hal ini. Karakteristik lingkungan fisik wilayah yang paling rentan terdampak bencana likuifaksi adalah....

9

Jika sebuah wilayah permukiman baru ternyata rawan gempa karena berada di atas patahan aktif, aturan (mitigasi non-struktural) apa yang paling tepat dibuat oleh pemerintah agar warga tetap aman?

10

Jika Anda sedang berada di jalan dan melihat pusaran angin puting beliung mendekat ke arah Anda, apa hal teraman yang harus Anda lakukan?

11

Pulau Kalimantan merupakan salah satu pulau besar di Indonesia yang relatif sangat aman dari bencana gempa bumi tektonik dan letusan gunung api. Secara geologis, hal ini disebabkan oleh...

12

Mengapa kota-kota di pesisir utara Jawa (seperti Jakarta dan Semarang) semakin sering dan parah terkena banjir air laut (rob)?

13

Untuk mencegah terjadinya erosi tanah yang memicu lahan kritis, teknik konservasi tanah secara mekanik yang paling tepat diterapkan oleh para petani adalah...

14

Pembungan limbah tekstil ke sungai dampak ekologis paling awal dari yang akan terjadi pada ekosistem sungai tersebut jika dianalisis dari kualitas airnya adalah...

15

Perubahan jumlah penduduk yang terjadi secara terus-menerus yang dipengaruhi oleh faktor kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi) disebut...

16

Indikator apa yang dipakai di seluruh dunia untuk mengukur seberapa baik kualitas hidup masyarakat dilihat dari kesehatan, pendidikan, dan ekonominya?

17

Menurut UU No. 24 Tahun 2007, peristiwa seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan gunung meletus yang murni disebabkan oleh faktor alam disebut sebagai...

Jawaban tertulis

18

Inti dari konsep pembangunan berkelanjutan adalah memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang. Prinsip moral yang menekankan tanggung jawab terhadap masa depan ini disebut...

19

Ketika sebuah pabrik membuang limbah cair kimia tanpa diolah ke sungai, terjadi dampak berantai yang merusak lingkungan sekaligus mengancam kesehatan manusia secara luas. Manakah di bawah ini yang menggambarkan urutan dampak berantai yang paling tepat dan logis dari pencemaran tersebut?

20

Inti dari konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dalam kaitannya dengan pengelolaan dan penjagaan kualitas lingkungan hidup adalah...

Penjelasan

Fenomena urbanisasi yang disebutkan memiliki dua kata kunci utama terkait karakteristik para pendatang: -Tidak memiliki keahlian khusus (unskilled) -Tidak memiliki modal yang cukup Dampak Terhadap Lingkungan Fisik dan Sosial: 1. Lingkungan Fisik: Karena tidak mampu membeli atau menyewa hunian yang layak, mereka terpaksa mendirikan hunian liar di lahan-lahan kosong yang tidak semestinya, seperti di bantaran sungai, bawah jembatan, atau sepanjang jalur kereta api. Hal ini memicu terbentuknya slum area (permukiman kumuh). 2. Lingkungan Sosial: Kepadatan penduduk di kawasan kumuh ini meningkatkan kerentanan sosial, masalah kesehatan, dan sanitasi yang buruk.

Ketika suatu negara mengalami fenomena ini, struktur kependudukannya akan bergeser ke arah piramida penduduk tua (konstruktif). Dampak dan kebutuhan utama yang muncul dari kondisi ini meliputi: 1. Aspek Kesehatan: Lansia mengalami penurunan fungsi fisik, sehingga membutuhkan layanan kesehatan, obat-obatan, tenaga medis khusus (geriatri), dan fasilitas perawatan jangka panjang yang lebih intensif. 2. Aspek Ekonomi: Karena jumlah penduduk usia produktif lebih sedikit dibandingkan lansia, negara harus memastikan ketersediaan dana pensiun dan jaminan sosial yang kuat agar para lansia tetap sejahtera tanpa membebani generasi muda secara berlebihan (mengurangi beban dependency ratio atau angka ketergantungan).

Soal ini meminta solusi berupa tindakan gotong-royong warga yang paling masuk akal (realistis dan aplikatif) untuk mengatasi krisis air bersih akibat banjir rob. Pemanenan Air Hujan (Rainwater Harvesting): Membuat Penampungan Air Hujan (PAH) komunal adalah solusi yang sangat membumi. Warga desa pesisir bisa bekerja sama membangun bak penampungan besar dan sistem instalasi pipa/talang dari atap-atap rumah. Air hujan yang ditampung kemudian disaring sederhana untuk dijadikan sumber air bersih alternatif karena tidak terkontaminasi oleh air laut/rob.

Kondisi wilayah pada soal menggambarkan adanya tekanan penduduk terhadap lahan (population pressure on land). Ketika jumlah penduduk yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian terus bertambah, sementara luas lahan subur di lereng gunung terbatas, maka warga akan mencari lahan baru demi bertahan hidup.

Kisah "Smong" dari Pulau Simeulue, Aceh, merupakan salah satu contoh terbaik dari kearifan lokal (local wisdom) atau pengetahuan tradisional dalam mitigasi bencana. Cerita rakyat ini diturunkan secara lisan dari generasi ke generasi sejak tsunami besar melanda wilayah mereka pada tahun 1907. Isi dari tradisi Smong mengajarkan tanda-tanda alam sederhana sebelum tsunami datang: 1. Diawali dengan gempa bumi yang kuat. 2. Air laut tiba-tiba surut hingga menampakkan ikan-ikan di dasar pantai. 3. Warga diajarkan untuk tidak mengambil ikan tersebut, melainkan segera berlari ke tempat yang lebih tinggi (perbukitan) sambil berteriak "Smong! Smong!".

Soal ini mengombinasikan dua faktor, yaitu karakteristik wilayah (geografis) dan ledakan penduduk: 1. Karakteristik Kawasan Karst (Perbukitan Kapur): Secara hidrologis, wilayah karst memiliki sifat unik. Batuan kapur memiliki banyak celah/retakan (doline atau gua bawah tanah). Air hujan yang turun akan langsung masuk ke dalam tanah melalui rekahan tersebut (sistem drainase bawah tanah) dan sangat sulit tertahan di permukaan atau lapisan tanah atas. Akibatnya, permukaan wilayah karst cenderung kering dan gersang. 2. Ledakan Penduduk: Pertumbuhan penduduk yang cepat meningkatkan kebutuhan air bersih secara drastis untuk keperluan domestik (minum, mencuci, mandi).

Mitigasi Struktural: Upaya pengurangan risiko bencana melalui pembangunan fisik, rekayasa teknis, dan modifikasi lingkungan. Karena curah hujan sangat lebat terjadi di hulu sungai dan dampaknya mengalir ke hilir (permukiman kota), diperlukan infrastruktur fisik yang kuat untuk mengendalikan volume air tersebut: 1. Waduk penampung air (bendungan/kolam retensi): Berfungsi di area hulu atau tengah untuk menahan dan mengatur debit aliran air sungai agar tidak langsung menggelontor ke hilir dalam jumlah besar sekaligus. 2. Tanggul beton: Berfungsi di area hilir (perkotaan) untuk memperkuat dinding sungai dan mencegah air meluap masuk ke kawasan permukiman penduduk.

Likuifaksi (pencairan tanah) adalah fenomena berubahnya tanah padat menjadi seperti cairan dan kehilangan kekuatannya akibat guncangan gempa bumi. 3 Syarat Utama Terjadinya Likuifaksi -Tanah lepas/gembur: Biasanya berupa lapisan pasir halus atau lanau yang belum padat. -Jenuh air: Rongga-rongga di dalam tanah sepenuhnya terisi oleh air. -Air tanah dangkal: Memastikan lapisan tanah di bawah permukaan selalu basah.

Mitigasi Non-Struktural adalah upaya pengurangan risiko bencana yang tidak melibatkan pembangunan fisik atau rekayasa teknik, melainkan melalui pembuatan kebijakan, peraturan, undang-undang, tata ruang, dan edukasi masyarakat. Melarang pembangunan di atas jalur patahan aktif (fault zoning atau regulasi sempadan sesar) adalah contoh konkret dari kebijakan penataan ruang (mitigasi non-struktural). Jalur patahan aktif sangat berbahaya karena saat gempa terjadi, tanah di atasnya bisa bergeser, retak, atau terbelah, sehingga bangunan struktural sekuat apa pun akan tetap hancur jika berada tepat di atas garis patahan tersebut.

Mengapa pilihan lainnya berbahaya? a. Berlindung di bawah pohon besar: Sangat berbahaya karena pohon besar berisiko tumbang atau dahan-dahannya patah dan menimpa Anda. b. Masuk ke mobil dan tancap gas: Angin puting beliung bergerak sangat cepat dan arahnya tidak dapat diprediksi. Selain itu, mobil sangat mudah terbalik atau terlempar jika terkena pusat pusaran angin. c. Berlindung di kolong jembatan layang: Ini adalah mitos keselamatan yang berbahaya. Kolong jembatan justru menciptakan efek terowongan angin (wind tunnel effect), di mana angin akan bergerak jauh lebih kencang dan mengonsentrasikan puing-puing tajam ke arah Anda.

Indonesia adalah wilayah yang sangat aktif secara geologis karena dikepung oleh tiga lempeng tektonik utama dunia: Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Pertemuan lempeng-lempeng ini membentuk zona subduksi (penunjaman) yang memicu terbentuknya jalur gunung api (Ring of Fire) dan sumber gempa bumi. Pulau Kalimantan menjadi wilayah yang paling aman dari gempa tektonik dan letusan gunung api karena secara geologis berada di bagian tengah Lempeng Eurasia (Sunda Shield/Paparan Sunda).

Meningkatnya keparahan banjir rob di pesisir utara Jawa (Pantura), khususnya Jakarta dan Semarang, disebabkan oleh kombinasi dua faktor utama yang sering disebut sebagai "double whammy": 1) Penurunan Muka Tanah (Land Subsidence): Ini adalah faktor lokal yang paling dominan. Pengambilan air tanah secara masif dan terus-menerus oleh industri, perhotelan, dan warga (karena belum meratanya akses air bersih pipa) membuat lapisan tanah di bawahnya menyusut dan amblas. Beban berat dari infrastruktur dan bangunan perkotaan juga mempercepat proses amblasnya tanah ini. Di beberapa titik, tanah bisa turun hingga 10–20 cm per tahun. 2) Kenaikan Permukaan Air Laut (Sea Level Rise): Akibat perubahan iklim global, suhu bumi meningkat dan mencairkan es di kutub, sehingga volume air laut di seluruh dunia meningkat dan permukaannya naik sekitar 0,5–1 cm per tahun.

Kunci untuk menjawab soal ini adalah memahami perbedaan antara teknik konservasi tanah secara mekanik (fisik), vegetatif (biologis), dan kimiawi. Konservasi Mekanik/Fisik adalah upaya penanggulangan erosi melalui perlakuan fisik terhadap tanah, pengolahan tanah, atau pembuatan bangunan fisik untuk memanipulasi aliran air permukaan agar tidak merusak lapisan tanah atas.

Limbah cair industri tekstil umumnya mengandung senyawa organik tinggi, bahan kimia pewarna sintetis, dan logam berat. Ketika limbah ini dibuang ke sungai, dampak ekologis paling awal (paling langsung) yang terjadi pada kualitas air adalah penurunan kadar oksigen terlarut atau Dissolved Oxygen (DO).

Dalam ilmu demografi (kependudukan), Dinamika Penduduk adalah fenomena perubahan jumlah, struktur, dan distribusi penduduk di suatu wilayah dari waktu ke waktu. Perubahan ini terjadi secara terus-menerus dan secara mutlak dipengaruhi oleh tiga faktor utama yang disebut sebagai komponen demografi, yaitu: 1) Kelahiran (Natalitas): Faktor alami yang menambah jumlah penduduk. 2) Kematian (Mortalitas): Faktor alami yang mengurangi jumlah penduduk. 3) Perpindahan Penduduk (Migrasi): Faktor non-alami (bisa menambah atau mengurangi penduduk suatu wilayah tergantung migrasi masuk atau keluar).

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah indikator standar yang dirilis oleh UNDP (Badan Program Pembangunan PBB) untuk mengukur seberapa sukses suatu negara dalam membangun kualitas hidup manusianya. IPM mengombinasikan tiga dimensi dasar yang persis disebutkan dalam soal: 1) Kesehatan (Umur Panjang dan Hidup Sehat): Diukur melalui indikator Angka Harapan Hidup saat lahir (Life Expectancy at Birth). 2) Pendidikan (Pengetahuan): Diukur melalui indikator Harapan Lama Sekolah (Expected Years of Schooling) dan Rata-rata Lama Sekolah (Mean Years of Schooling). 3) Ekonomi (Standar Hidup Layak): Diukur melalui indikator Pendapatan Nasional Bruto per Kapita (GNI per capita) berdasarkan keseimbangan kemampuan berbelanja (PPP).

1. Pendekatan Holistik Intinya: Cara pandang menyeluruh. 2. Keadilan Antargenerasi (Jawaban yang Benar) Intinya: Keadilan antara masa kini dan masa depan. Penjelasan: Kewajiban generasi sekarang untuk menghemat sumber daya dan menjaga bumi agar tetap layak huni bagi anak-cucu kita kelak. 3. Daya Dukung Lingkungan Intinya: Batas maksimal kemampuan alam. 4. Keadilan Intragenerasi Intinya: Keadilan sesama manusia di zaman yang sama.

Pembahasan Dampak Berantai: Dampak 1 (Kualitas Air): Zat kimia beracun masuk ke air dan memicu pembusukan zat organik, yang seketika menghabiskan cadangan oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO) di dalam sungai. Dampak 2 (Ekosistem/Alam): Akibat hilangnya oksigen dan adanya paparan racun langsung, biota sungai seperti ikan mengalami kematian massal. Dampak 3 (Kesehatan Manusia): Ikan-ikan yang bertahan hidup di air tercemar akan menumpuk zat logam berat di tubuhnya (bioakumulasi). Ketika ikan ini ditangkap dan dimakan oleh manusia, racun tersebut berpindah ke tubuh manusia dan dapat memicu penyakit kronis (seperti kanker atau kerusakan saraf).

Pembahasan dan Penjelasan jawaban: Pilihan (Memenuhi kebutuhan hidup manusia generasi sekarang tanpa harus mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka)adalah definisi resmi pembangunan berkelanjutan menurut PBB (Komisi Brundtland, 1987). Konsep ini bertumpu pada tiga poin utama: Keadilan Antargenerasi: Kita hanya "meminjam" bumi, bukan pemilik mutlak. Jadi, kita wajib mewariskan lingkungan yang bersih dan layak huni bagi anak-cucu kelak. Daya Dukung Lingkungan: Pemanfaatan alam tidak boleh serakah. Pengambilan sumber daya dan pembuangan limbah tidak boleh melebihi batas kemampuan alam untuk memulihkan diri. Keseimbangan Tiga Pilar: Ekonomi, sosial, dan lingkungan harus maju bersamaan. Konsep ini menolak anggapan lama bahwa kemajuan ekonomi harus merusak alam.

Are you sure you want to leave the page?

If you leave the page, you will lose your game progress.