New game
Download
Get Academic Plan
Share game
Integrate it into your platform

You can integrate the game into an LMS compatible with LTI 1.1 or LTI 1.3 such as Canvas, Moodle, or Blackboard. This way, the scores will be automatically saved into the platform’s gradebook.
Download
You have exceeded the maximum number of games you can integrate into Google Classroom with your current Plan.

To integrate as many games as you want in Google Classroom, you need an Academic Plan or a Commercial Plan.

You have exceeded the maximum number of games you can integrate into Microsoft Teams with your current Plan.

To integrate as many games as you want in Microsoft Teams, you need an Academic Plan or a Commercial Plan.

Downloading games is an exclusive feature for users with an Academic Plan or a Commercial Plan.

Get your Academic Plan or your Commercial Plan now and start integrating your games into your LMS, website or blog.

If you wish, you can download a demo game here and test its integration:

Kuis Ekonomi Kelas 11

Quiz

(1)
Played 2 %Accuracy 60 Average time 05:00

About this activity

Kerjakan soal tersebut dengan sungguh-sungguh dan jangan lupa untuk berdoa sesuai keyakinan masing-masing. Good luck!

Created by

Indonesia

Download the paper version to play

Make your own free game from our game creator
Compete against your friends to see who gets the best score in this game

Top Games

%
Anonymous
Anonymous
%
%
%
You have exceeded the maximum number of games you can print with your current Plan.

To print as many games as you want, you need an Academic Plan or a Commercial Plan.

Print your game
Kuis Ekonomi Kelas 11
 

Kuis Ekonomi Kelas 11Online version

Kerjakan soal tersebut dengan sungguh-sungguh dan jangan lupa untuk berdoa sesuai keyakinan masing-masing. Good luck!

by Afifah Nur Azmi
1

Pendapatan nasional yang dihitung berdasarkan nilai tambah dari setiap proses produksi barang dan jasa disebut pendekatan...

2

Gross Domestic Product (GDP) mengukur nilai seluruh barang dan jasa yang diproduksi oleh...

3

Rumus untuk menghitung Pendapatan Nasional dengan pendekatan pengeluaran adalah...

Jawaban tertulis

4

Selisih antara Gross National Product (GNP) dengan penyusutan barang modal disebut...

5

Jika GNP suatu negara adalah Rp800 triliun dan nilai barang ekspor yang dihasilkan warga negara asing di dalam negeri adalah Rp50 triliun, maka GDP negara tersebut adalah...

6

Pendapatan perseorangan (Personal Income) diperoleh dari Net National Income (NNI) dikurangi pajak perusahaan, laba ditahan, dan iuran asuransi, lalu ditambah dengan...

7

Berikut ini yang termasuk komponen pendapatan dalam pendekatan pendapatan adalah, kecuali...

8

Jika diketahui data ekonomi: konsumsi Rp400 T, investasi Rp200 T, pengeluaran pemerintah Rp150 T, ekspor Rp120 T, impor Rp80 T, maka besarnya pendapatan nasional adalah...

Jawaban tertulis

9

Perbedaan utama antara GDP dan GNP adalah bahwa GNP memperhitungkan...

10

Indikator yang tepat untuk membandingkan kesejahteraan masyarakat antarnegara secara lebih akurat adalah...

11

Suatu negara memiliki data: GNP = Rp1.200 T, penyusutan = Rp80 T, pajak tidak langsung = Rp60 T, subsidi = Rp20 T. Nilai Net National Income (NNI) negara tersebut adalah...

Jawaban tertulis

12

Kelemahan penggunaan pendapatan per kapita sebagai ukuran kemakmuran suatu bangsa adalah...

13

Dalam metode pendekatan produksi, untuk menghindari perhitungan ganda (double counting) digunakan konsep...

14

Jika pendapatan nasional riil meningkat lebih lambat dari pertumbuhan jumlah penduduk, maka yang terjadi adalah...

15

Pernyataan berikut yang benar mengenai hubungan antara inflasi dan pendapatan nasional nominal adalah...

Penjelasan

Pendekatan produksi menghitung pendapatan nasional dari sisi nilai tambah (value added) di setiap tahap produksi. Misalnya dari petani ke penggilingan, lalu ke toko. Ini berbeda dengan pendekatan pengeluaran (dari sisi belanja) dan pendapatan (dari sisi upah/laba/sewa).

GDP berfokus pada lokasi produksi, bukan kewarganegaraan. Semua yang diproduksi di dalam batas wilayah suatu negara baik oleh warga negara maupun orang asing masuk ke GDP. Ini berbeda dari GNP yang berfokus pada kewarganegaraan.

Rumus baku pendekatan pengeluaran: Y = C + I + G + (X − M). C = konsumsi I = investasi G = pengeluaran pemerintah X = ekspor M = impor Ekspor dikurangi impor karena impor adalah pengeluaran untuk produk luar negeri, bukan produksi dalam negeri.

NNP = GNP − Penyusutan Penyusutan (depresiasi) adalah penurunan nilai barang modal akibat penggunaan. Dengan mengurangi penyusutan dari GNP, kita mendapat nilai produksi bersih (net) yang benar-benar menambah kekayaan nasional.

GDP = GNP + Pendapatan asing di dalam negeri − Pendapatan WN di luar negeri. Dalam soal ini, GDP = GNP + Rp50 T = Rp850 T. Logikanya: GDP lebih besar jika banyak warga asing yang berproduksi di dalam negeri.

Transfer payment adalah pembayaran pemerintah yang tidak menuntut balas jasa langsung seperti subsidi, bantuan sosial, pensiun. Ini ditambahkan karena masyarakat menerimanya sebagai pendapatan meski tidak berasal dari produksi.

Pendekatan pendapatan menjumlahkan upah, bunga, sewa, dan laba. Semua itu adalah balas jasa faktor produksi. Konsumsi rumah tangga adalah komponen pendekatan pengeluaran, bukan pendekatan pendapatan.

Y = C+I+G+(M-X) Y = 400+200+150+(120-80) Y = 400+200+150+40 Y = 790 Jadi, besarnya pendapatan nasional adalah Rp 790 triliun

GNP = GDP + Pendapatan WN di LN − Pendapatan asing di DN. GNP fokus pada siapa yang berproduksi (kewarganegaraan), sedangkan GDP fokus pada di mana produksi terjadi (wilayah).

Pendapatan per kapita = pendapatan nasional ÷ jumlah penduduk. Ini lebih adil untuk perbandingan antarnegara karena memperhitungkan jumlah penduduk. Negara dengan GDP besar tapi penduduk sangat banyak bisa saja lebih miskin per orang dibanding negara kecil.

Langkah pertama hitung NNP terlebih dahulu: NNP = GNP-Penyusutan NNP = 1200-80 NNP = Rp1.120 triliun Kemudian, masukkan rumus NNI: NNI = NNP-Pajak tidak langsung+Subsidi NNI = 1120-60+20 NNI = 1080T Jadi, nilai NNI negara tersebut adalah Rp1.080 triliun

Per kapita hanya angka rata-rata. Jika 10 orang berpendapatan Rp100 juta dan 90 orang berpendapatan Rp1 juta, per kapita terlihat tinggi tapi mayoritas miskin. Ini disebut masalah distribusi tidak tercermin dalam angka rata-rata.

Double counting terjadi jika kita menghitung nilai gandum + tepung + roti sekaligus. Solusinya: hanya hitung nilai tambah di tiap tahap. Contoh: gandum Rp1000, tepung Rp1500 (nilai tambah Rp500), roti Rp2000 (nilai tambah Rp500). Total nilai tambah = Rp2000, bukan Rp4500.

Per kapita = Pendapatan nasional ÷ Jumlah penduduk. Jika pembilang tumbuh lebih lambat dari penyebut, maka hasilnya menurun. Artinya meski ekonomi tumbuh, tiap orang rata-rata justru lebih miskin karena kue ekonomi dibagi lebih banyak orang.

Nominal = dihitung dengan harga berlaku (harga sekarang). Jika harga naik karena inflasi, nilai nominal ikut naik meski jumlah produksi tidak berubah. Riil = sudah disesuaikan dengan inflasi, mencerminkan kemakmuran sesungguhnya. Jadi kenaikan nominal bisa semu.

Are you sure you want to leave the page?

If you leave the page, you will lose your game progress.